PENDAHULUAN
Islam sebagai agama yang mengatur segala aspek
bagi kehidupan manusia pastinya memiliki sebuah dasar yang paling penting yaitu
keadilan. Ini terbukti dengan adanya firman Allah SWT:
{ إِنَّ
اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون}
yang berarti “Sesungguhnya
Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum
kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.
Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
Dalam hal ini,
segala jenis kejahatan memang diharapkan pupus di dalam dunia ini. Akan tetapi,
terbukti dari mulai awal kehidupan makhluk bernama manusia wujud kejahatan
tetap ada dan tidak pernah luput di atas bumi. Kejahatan tersebut berupa
pembunuhan, penderaan, dan lain-lain.
Oleh karena itu,
ketika Islam turun, ia memiliki hukum dan hukuman bagi pelaku
kejahatan-kejahatan. Dalam hal ini, perbuatan dosa atau tindak pidana dalam
Islam disebut Jarimah. Jarimah juga terbagi atas kriteria perbuatan hukum yang
dilakukan. Oleh sebab itu, dalam makalah ini penulis akan menjelaskan Jarimah
dan macam-macamnya.
PENDAHULUAN
Sebagai seorang guru yang sehari-hari mengajar di
sekolah, tentunya tidak jarang harus menangani anak-anak yang mengalami
kesulitan dalam belajar. Anak-anak yang sepertinya sulit sekali menerima materi
pelajaran, baik pelajaran membaca, menulis, serta berhitung. Hal ini terkadang
membuat guru menjadi frustasi memikirkan bagaimana menghadapi anak-anak seperti
ini. Demikian juga para orang tua yang memiliki anak-anak yang memiliki
kesulitan dalam belajar. Harapan agar anak mereka menjadi anak yang pandai,
mendapatkan nilai yang baik di sekolah menambah kesedihan mereka ketika melihat
kenyataan bahwa anak-anak mereka kesulitan dalam belajar.
Akan tetapi yang lebih menyedihkan adalah perlakuan yang
diterima anak yang mengalami kesulitan belajar dari orang tua dan guru yang
tidak mengetahui masalah yang sebenarnya, sehingga mereka memberikan cap kepada
anak mereka sebagai anak yang bodoh, tolol, ataupun gagal.
Fenomena ini kemudian menjadi perhatian para ilmuan yang
tertarik dengan masalah kesulitan belajar. Keuntungannya ialah, mereka mencoba
menemukan metode-metode yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak yang
mengalami kesulitan belajar tersebut tetap dapat belajar dan mencapai apa yang
diharapkan guru dan orang tua.
Dalam tulisan ini, kita akan mendapati apa sebenarnya
yang dimaksud masalah kesulitan belajar, faktor apa yang menjadi penyebabnya,
serta metode yang dapat digunakan untuk membantu anak yang mengalami
masalah kesulitan belajar.